top of page

The Grown Up Version of Milk Tea

  • 2 days ago
  • 3 min read
Milk Tea Brand


Siapa sangka akan datangnya pemain lama yang kini kembali dengan

vibes yang baru?


Milk tea memang mengalami momen mereka di 2010-an. Pada saat itu, milk tea paling dikenal sebagai bubble tea, minuman teh susu manis yang sering disajikan bersama topping-topping lucu seperti boba, pearls, atau jelly. Ketika minum bubble tea rasanya happy dan fun. Sehingga dikenal sebagai minuman favorit di kalangan anak muda.


Bubble tea fun era
Photo Source : Disway

Tapi, kehadiran milk tea kali ini sangat berbeda. Sudah tidak lagi hadiri sebagai minuman anak-anak, tapi sebagai minuman orang dewasa. Image yang berbeda, dengan packaging yang aesthetic, rasa minuman yang berfokus pada kualitas bahan. Milk tea sedang mengalami premiumisasi.


chagee milk tea premium
Photo Source : Chagee Malaysia

Premiumisasi: Pergeseran dari “playful” ke “mature


Premiumisasi adalah tindakan bisnis untuk mengubah persepsi orang pada suatu produk atau layanan dengan menawarkan kualitas lebih tinggi. Konsep ini bermain dengan psikologi market karena sedang menjual kualitas, pengalaman, lifestyle, dan status. Dengan premiumisasi, pembeli percaya adanya produk yang lebih berharga dibanding yang lain. Karena dengan beli produk tersebut, mereka juga mendapatkan sebuah kenaikan status atau pengakuan sosial. Maka itu, brand milk tea seperti CHAGEE dan Sancha fokus dengan memberikan kesan clean dan elegan pada produk mereka.


Sancha Milk Tea Premium
Photo Source : Pinterest

Dari segala banyak makanan dan minuman, kenapa Milk Tea? Ini sebenarnya tidak random. Jika dilihat dari kebiasan pasar sebelumnya, Milk Tea merupakan kelanjutan alami dari tren matcha dan minimalisme. Persepsi pasar terhadap matcha bukan lagi sebagai minuman manis green tea latte, namun sebagai bahan berkualitas. Kualitas (grade), origin, dan teknik persiapan matcha sendiri menjadi hal-hal yang dipertimbangkan dan diperhatikan orang. Konsumen mulai memperhatikan profil matcha itu.


Matcha
Photo Source : Camellia Sinensis

Walaupun banyak brand suka eksperimentasi dengan kombinasi rasa, tetap mereka usahakan agar rasa matcha itu terjaga. Dengan match: less is better.


Matcha menjadi titik di mana pasar mulai menghargai teh berkualitas dengan rasa alami. Secara langsung mendobrak market FnB pada saat itu yang penuh dengan minuman-minuman manis.

Sekarang konsumen sudah terbiasa untuk lebih memilih minuman berkualitas. Jadi milk tea bisa lanjutin dengan prinsip-prinsip yang sama: menggunakan sumber bahan baku premium dan teknik ekstraksi yang menyoroti profil rasa.


The rebranding of milk tea mungkin tidak akan terjadi tanpa ada brand-brand di belakang layar yang makin mendorong milk tea ke public spotlight. Brand seperti CHAGEE atau Sancha secara strategik mendorong milk tea makin ke depan. Beberapa faktor yang dipertimbangkan adalah:


1. Memahami kondisi konsumen

Di masa guncangan ekonomi ini, brand ini membungkus milk tea sebagai small luxury.

Ini mengatasi sebuah masalah bagi konsumen yang ingin menikmati produk-produk mewah tanpa mengorbankan isi dompet. Secangkir premium tea dengan harga terjangkau tapi masih bisa memberikan kesan kenaikan level atau validasi sosial.


Chagee collaboration with Hello Kitty
Photo Source : Secret Singapore

2. Menyesuaikan dengan demografis baru

Secara pemasaran sudah tidak lagi berfokus pada anak-anak atau remaja.

Target mereka sekarang adalah orang dewasa, khususnya pekerja. Di antara kesibukan kerja, minum dari CHAGEE atau Sancha memberikan kesan kedewasaan. Tampilan baru ini terlihat sophisticated dan professional. Rasanya juga disesuaikan dengan lidah yang mature.


Molly Tea
Photo Source : KR Asia

3. Memberikan pengalaman sensori

Brand seperti CHAGEE dan Sancha memikirkan sekali visual identity mereka dan bagaimana itu mempengaruhi pengalaman ketika membeli segelas milk tea. Mulai dari desain yang menggabungkan antara motif tradisional dan kontemporer. Kualitas packaging kokoh dan smooth, sehingga enak ketika

digenggam. Toko mereka sampai dirancang untuk memberikan kesan berkelas. Sehingga pembeli merasa mereka sedang membeli produk yang berkelas juga.


Chagee Experiment Room exhibition
Photo Source : Time Out

Rebranding milk tea adalah contoh ketika brand memahami gaya hidup konsumen dan arah pasar.

Mereka mengubah image minuman yang dikenal manis dan lucu, menjadi sesuatu yang bersifat luxurious dan berkualitas.


Rebranding

Comments


bottom of page